Sistem
Penilaian Proses Pembelajaran Sains
Penilaian
merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan
data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan (Trianto, 2010). Dalam istilah
asingnya, penilaian adalah evaluation dan diperoleh kata
indonesia evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur
terlebih dahulu). Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan
pengukuran.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu
dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai adalah
mengambil suatu keputusan terhadap seseuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian
bersifat kualitatif. Mengadakanevaluasi meliputi kedua langkah
diatas, yakni menukur dan menilai.
Sedang Pengertian penilaian berdasarkan peraturan MENDIKNAS Nomor 20 Tahun 2007 Penilaian
pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar
penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Standar penilaian pendidikan
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur,
dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa
ulangan dan atau ujian. Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan,
penilaian mempunyai makana ditinjau dari berbagai segi.
a.
Makna bagi sisiwa
Dengan diadakanya penilaian, maka siswa dapat
mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oelh
guru. Hasil yang diperoleh siswa dari perkerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan
yaitu memuaskan dan tidak memuaskan.
b.
Makna bagi guru
1.
Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat
mengetahui kemampuan siswa. Dengan petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan
perhatianya kepada siswa-siswa yang belum berhasil.
2.
Guru mengetahui apa materi yang diajarkan sudah tepat
bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak
perlu diadakan perubahan.
3.
Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan
sudah tepat atau belum
c.
Makna bagi sekolah
a)
Hasil belajar merupakan cermin kualitas sesuatu
sekolah.
b)
Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum
untuk sekolah itu dapat merupakan bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah
untuk masa-masa akan datang.
c)
Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun
ketahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah
B. Tujuan
Penilaian
Tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal:
a)
Penilaian berfungsi selektif
Dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi
atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri
mempunayai berbagai tujuan., antara lain:
-
Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah
tertentu.
-
Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau
tingkat berikutnya
-
Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
-
Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan
sekolah, dan sebaliknya.
b)
Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebernya guru mengadakan diagnosis kepada
siswa tentang kebaikan dan kelmahan-kelmahanya. Dengan diketahui sebab-sebab
kelemahan ini, akan lebih mudah dicari untuk mengatasi.
c)
Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem yang baru yangkini banyak dipopulerkan dinegara barat, adalah sistem
belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah
paket belajar, baik berbentuk moul maupun paket belajar yang lain. Sebagai
alasan dari timbulnya sistem ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap
kemapuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat
sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaiakan
dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi diesebabkan karena keterbatasan sarana
dan tenaga, pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar seali
dilaksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah
pengajaran secara kelompok . untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok
mana seorang siswa harus ditempatkan, digunkan untuk penilaian. Sekelompok
siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada alam kelompok yang
sama dalam belajar.
d)
Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana
suatu perogram berhasil diterapkan. Telah disinggung pada bagian sebelum ini,
keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode
mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.
C. Aspek
Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai
pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan
proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek
dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1.
Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep
IPA
2.
Penilaian Keterampilan dan Proses
3.
Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan ketiga
jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1.
Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep
IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian
ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep,
prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta
didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat
keputusan, berpartisipasi di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan
global.
2.
Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga
proses.Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA,
meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal.
Keterampilanproses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan
pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di
samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan
percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis
tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan
hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi,
tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses
ilmiah, berikut adalahenam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta
didik.
a.
Observasi
Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat
melakukanobservasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap
objek dan fenomena alam menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh
menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
b.
Komunikasi
Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti
menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan
demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.
c.
Klasifikasi
Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan
berbagaiobjek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan
persamaan,perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d.
Pengukuran
Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar
untukmelakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan
mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran
meliputi penggaris,meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter,
Higrometer, dan sebagainya.
e.
Inferensi
Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar
kita.Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis.
Interpretasimenghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f.
Prediksi
Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti
daninferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi
yangtepat terhadap lingkungan.
g.
Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan
menyusunpertanyaan,mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis,
mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan
percobaan,mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3.
Penilaian sikap
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima
begitusaja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang
menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan
pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga
dilakukanmelalui pembelajaran IPA
D. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan
instrumen yang digunakan untuk
penilaian kompetensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan sebagai berikut:
a.
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaiankompetensi
sikap melalui observasi,
penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation)
oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen
yang digunakan untuk observasi, penilaiandiri, danpenilaian
antar peserta didika dalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale)yangdisertairubrik, sedangkan pada
jurnal berupa catatan pendidik.
-
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan
indera,baik secara langsungmaupun tidak langsung dengan
menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlahindikator perilaku yang diamati.
-
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara
meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
kompetensi. Instrumen yang
digunakan berupa lembar penilaian diri.
-
Penilaian antar peserta didik merupakan teknik
penilaian dengan caramemintapesertadidikuntuk salingmenilaiterkaitdengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan
berupa lembar penilaianantarpeserta didik.
-
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di
luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b.
PenilaianKompetensi Pengetahuan
Pendidik
menilai kompetensi
pengetahuan melalui tes tulis,
tes lisan, dan penugasan.
-
Instrumen tes tulis berupa soal
pilihan ganda,isian,jawaban singkat,
benar-salah, menjodohkan, dan uraian .Instrumen uraiandilengkapi pedoman penskoran.
-
Instrumen tes lisanberupa daftar pertanyaan.
-
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau
projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu
penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi
tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian(rating
scale) yang dilengkapirubrik.
-
Tes praktik adalah penilaian yang
menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitasatau perilaku
sesuai dengan tuntutan kompetensi.
-
Projek adalah
tugas-tugas belajar (learningtasks)
yang meliputi
kegiatanperancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara
tertulis maupun lisan dalam waktu
tertentu.
-
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan
seluruh karya
peserta didik dalam
bidang tertentu yang
bersifat reflektif - integratif untuk
mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan
kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
E.
Syarat menyusun alat penilaian
Membuat pertanyaan tes (alat
evaluasi) tidak mudah, sebab tes/pertanyaan merupakan alat untuk melihat
perubahan kemampuan dan tingkah laku siswa setelah ia menerima pengajaran dari
guru/pengajar di sekolah. Alat evaluasi yang salah, akan menggambarkan
kemampuan dan tingkah laku yang salah pula. Oleh karena itu teknik penyusunan
alat evaluasi penting dipertimbangkan agar memperoleh hasil yang objektif.
Beberapa syarat dan petunjuk yang
perlu diperhatikan dalam menyusun alat evaluasi, ialah:
1.
Harus menetapkan dulu segi-segi apa yang akan
dinilai, sehingga betul-betul terbatas serta dapat memberi petunjuk bagaimana
dan dengan alat apa segi tersebut dapat kita nilai.
2.
Harus menetapkan alat evaluasi yang betul-betul valid
dan reliable, artinya taraf ketetapan dan ketetapan tes sesuai dengan aspek
yang akan dinilai.
3.
Penilaian harus objektif, artinya menilai prestasi
siswa sebagaimana adanya.
4.
Hasil penilaian tersebut harus betul-betul diolah
dengan teliti sehingga dapat ditafsir berdasarkan kriteria yang berlaku.
5.
Alat evaluasi yang dibuat hendaknya mengandung unsure
diagnosis, artinya dapat dijadikan bahan untuk mencari kelemahan siswa belajar
dan guru mengajar.
F. Prinsip
Penilaian
1.
Sahih
Penilaian hasil belajar oleh
pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam standar isi
(standar kompetensi dan kompetensi dasar) dan standar kompetensi
lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang
seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
2.
Objektif
Berati penilaian berbasis pada standar (prosedur daan kriteria yang jelas)
dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai. Agar penilaian objektif,
seorang guru harus berupaya secara optimal untuk memanfaatkan berbagai bukti
hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian dan membuat
keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didk dengan
mempertimbangkan hasil kerja peserta didik.
3.
Terpadu
Berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan
perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester dan ujian
kenaikan kelas.
4.
Ekonomis
Berati penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pelaporannya.
5.
Transparan
Berarti prosedur penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan,
pelaksanaan dan pelaporannya serta dapat diketahui oleh semua pihak yang
berkepantingan.
6.
Akuntabel
Berati penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah
maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur dan hasilnya.
7.
Sistematis
Berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku.
8.
Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh guru didasarkan pada standar penilaian dan
ukuran pencapain kompetensi yang telah ditetapkan.
9.
Menyeluruh/kmprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan berbagai macam cara dan alat
untuk menilai beragam kompetensiatau kemampuan peserta didik sehingga tergampar
kemampuan peserta didik.
10. Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses prmbelajaran bagi guru dan
meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.
G.
Standar Penilaian Pendidikan Ipa
Penilaian
pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang
ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research
Council dalam National Committee on Science Education
Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National
Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam
menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar
nasional pendidikan IPA versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar
pedagogi dalam mengajar IPA, standar profesi, standar program,
standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan
IPA yang baik, harusmemenuhi semua standar tersebut.
Penilaian
standar memberikan kriteria untuk menilai
kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk semua. Standar
yang menggambarkan kualitas praktek penilaian yang
digunakan oleh guru danlembaga pemerintah untuk mengukur prestasi
dan memberikan kesempatankepada siswa untuk belajar
IPA. Panduan untuk mengembangkan penilaian, praktek, dan
kebijakan. Standar ini dapat diterapkan untuk penilaian siswa, guru,
program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal.
Sebagai mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains.
a.
Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya Standar
pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan
hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan
hidup (NRC, 1996).Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan
kualitas praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima
bidang sebagai berikut:
1.
Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan
merupakan desain untuk informasi
2.
Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
3.
Mencocokkan antara kualitas teknis dari kumpulan data
dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan berbasis data tersebut
4.
Kejujuran dalam praktik penilaian
5.
Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian
tentang prestasi siswa dan kesempatan untuk belajar.
Dalam visi
yang dijelaskan oleh National Science Education Standards, penilaian
adalah mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains. Standar
penilaian menyediakan siswa dengan umpan balik tentang seberapa baik
mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik tentang seberapa baik siswa
mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang efektivitas guru dan program
mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa baik
kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya merangsang perubahan
kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan mendorong siswa untuk
meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.
b. Perubahan
Fokus Standar Penilaian
Berdasarkan National Science
Education Standard in the United States(National Research Council,
1996) perubahan fokus yang terjadi pada standar penilaian adalah
sebagai berikut
Tabel 2.1 Perubahan Fokus Standar Penilaian
|
Hal yang Dikurangi
|
Hal yang Diutamakan
|
|
Menilai yang mudah diukur
|
Menilai yang paling berharga
|
|
Menilai
pengetahuan yang memiliki
ciri
yang jelas
|
Menilai
pengetahuan yang kaya
dan berstruktur baik
|
|
Menilai pengetahuan yang bersifat ilmiah
|
Menilai pemahaman dan pemikiran
Ilmiah
|
|
Menilai
untuk mempelajari apa
yang
tidak dipahami siswa
|
Menilai
untuk mempelajari apa
yang
dipahami siswa
|
|
Hanya melakukan penilaian atas pencapaian
|
Menilai pencapaian dan peluang untuk belajar
|
|
Penilaian akhir dilakukan oleh guru
|
Siswa terlibat dalam penilaian yang
sedang berlangsung
atas hasil kerjanya dan hasil kerja temannya
|
|
Pengembangan
penilaian eksternal hanya oleh ahli
|
Guru
terlibat dalam pengembangan penilaian eksternal
|
Proses penilaian adalah alat yang efektif untuk
mengkomunikasikan harapan sistem pendidikan IPA untuk semua pihak yang
terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan kebijakan memberikan
definisi operasional apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya,
penggunaan dari proses penyelidikan/inquiri untuk penilaian tugas
siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar, dan dimana
sumber daya yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah sistematis, proses tahapan yang
melibatkan pengumpulan dan interpretasi data pendidikan. Standar penilaian
meliputi empat komponen dapat dikombinasikan dalam berbagai cara. Misalnya,
guru menggunakan data prestasi siswa untuk merencanakan dan memodifikasi
praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna, metode, dan data berkontribusi
terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian proses.
Sumber:
- http://mariosarwohadi.blogspot.com/2016/09/makalah-sistem-penilaian-pada-proses-pembelajaran-sains.html
- National Research Council. (1996). National Science Education Standards. Washington D.C. : The National Academies Press
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian pendidikan
Pertanyaan:
1. Menurut anda sistem penilaian proses pembelajaran
sains itu bagaimana?
2. Apa saja hambatan dalam melakukan penelian proses dan
bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut?